Ada
satu jenis alat optik yang memiliki cara kerja mirip dengan cara kerja mata,
yaitu kamera. Kamera merupakan alat optik yang berfungsi untuk mengambil gambar
suatu objek atau benda. Jenis-jenis kamera yang dikenal diantaranya kamera
autofokus, kamera single-lens reflex (SLR), dan kamera digital.
Kamera
fotografi adalah alat optik sederhana yang fitur-fitur utamanya diperlihatkan
pada gambar 2. Kamera terdiri atas suatu ruang yang kedap cahaya, sebuah lensa
konvergen yang menghasilkan bayangan nyata, dan sebuah film di belakang lensa
untuk menerima bayangan. Kamera difokuskan dengan cara mengubah jarak antara
lensa dan film. Hal ini dilakukan oleh bagian bawah yang dapat diatur pada
kamera-kamera antik dan dengan perubahan mekanika lainnya pada kamera yang
lebih modern. Untuk memfokuskan –yang diperlukan untuk menciptakan bayangan
yang tajam- jarak lensa film bergantung pada jarak benda dan juga pada panjang
fokal lensa.
Elemen-elemen dasar kameraaadalah
lensa, kotak ringan yang rapat, shutter (penutup) untuk memungkinkan lewatnya
cahay melalui lensa dalam waktu yang singkat, dan pelat atau potongan film
cahya melalui lensa dalam waktu yang singkat, dna pelat atau potongan film yang
peka. Ketika shutter dibuka, cahayadari
benda luar dalam medan pandangan difokuskan oleh lensa sebagai bayangan pada
film. Film terdiri dari bahan kimia yang peka terhadap cahaya yang mengalami
perubahan ketika cahya menimpanya. Pada proses pencucian, reaksi kimia
menyebabakan bagian yang berubah menjadi tak tembus cahaya sehingga bayangan
pada flm. Anda juga dapat melihat bayangan dengan membuka bagian belakang
kamera dan memandang melalui secarik tissue atau kertas lilin (di mana bayangan
dapat terbentuk) yang diletakkan pada posisi film dengan shutter terbuka.
Gambar 2. Tampak samping dari kamera
sederhana.
Perhatikan bahwa pada kenyataannya,
.
Ada
tiga penyetelan utama pada kamera dengan kualitas yang baik: kecepatan shutter,
f-stop, dan pemfokusan, dan sekarang kitaakan membacanya. Walaupun banyak
kamera saat ini melakukan penyetelan secara otomatis, pemahaman mengenainya aka
berguna untuk menggunakan kamera apapun degan efektif. Untuk hasil yang khusus
dan kualitas tinggi, kamera yang memunginkan penyetelan manual harus dimiliki.
Penutup
(shutter), yang terletak di belakang
lensa, adalah suatu perangkat mekanik yang dapat dibuka selama selang waktu
tertentu, yang disebut waktu penyinaran (exposure
time). Seseorang dapat memotret benda yang bergerak dengan menggunakan
waktu penyinaran yang singkat atau memotret pemandangan yang gelap (dengan
tingkat pencahayaan rendah) menggunakan waktu penyinaran yang panjang. Jika
pengaturan ini tidak dapat dilakukan, maka mustahil untuk mengambil foto suatu
objek yang sedang beraksi. Contohnya, sebuah kendaraan yang bergerak cepat,
dapat bergerak cukup cepat selama selang waktu penutup terbuka, sehingga
menghasilkan bayangan yang kabur. Untuk mencegah pergerakan semacam itu,
diperlukan waktu penyinaran yang singkat atau sebuah tripod, bahkan untuk
memotret benda yang diam sekalipun. Kecepatan penutup (dengan kata lain, waktu
penyinaran) yang umum adalah (1/30) s, (1/60) s, (1/125) s, dan (1/250) s.
Untuk kamera genggam, penggunaan kecepatan penutup yang lebih rendah dapat
menyebabkan bayangan kabur (akibat gerakan), tetapi penggunaan kecepatan
penutup yang lebih tinggi mengurangi tingkat pengumpulan intensitas cahata.
Pada kenyataannya, benda yang diam lazimnya dipotret dengan kecepatan penutup
(1/60) s.
Kamera
yang lebih mahal memiliki bukaan yang dapat diubah-ubah diameternya untuk lebih
jauh lagi mengatur intensitas cahaya yang mengenai film. Seperti diperlihatkan
sebelumnya, ketika bukaan dengan diameter kecil digunakan, hanya cahaya dari
bagian tengah lensa saja yang mencapai film; dengan cara ini, aberasi sferis
dikurangi.
Ukuran bukaan bervariasi untuk mengimbangi hari-hari yang
terang atau gelap, kepekaan film+ yang digunakan, dan kecepatan shutter yang
berbeda. Ukuran bukaan diatus dengan f-stop, didefinisikan sebagai
Istilah
f-number sering dinyatakan sebagai penjelasan dari “kelajuan” lensa. Semakin
rendah f-number, semakin lebar bukaannya dan semakin tinggi jumlah energi dari
cahaya yang mengenai film-maka, sebuah lensa dengan f-number yang rendah adalah
sebuah lensa yang “cepat”. Notasi yang konvensional untuk f-number adalah “f/”
diikuti angka yang sebenarnya. Contohnya, “f/4” berarti f-number 4! bukan
berarti membagi f dengan lensa 4! Lensa yang sangat cepat, yang memiliki
f-number serendah f/1,2; tergolong mahal karena sangat sulit untuk menjaga
aberasinya tetap kecil dengan sinar cahaya melewati luas lensa yang besar.
Sistem lensa kamera (kombinasi lensa dengan bukaan yang dapat diubah-ubah)
sering kali ditandai dengan beberapa f-number, biasanya f/2,8; f/4; f/5,6; f/8;
f/11 dan f/16. Salah satu dari pengaturan ini dapat dipilih dengan mengatur
bukaannya, yang mengubah nilai D. Meningkatkan pengaturan dari suatu f-number
ke nilai yang lebih tinggi (contohnya, dari f/2,8 ke f/4) mengurangi luas
bukaan sebesar faktor 2. Pengaturan f-number yang terendah pada sebuah kamera
bersesuaian dengan bukaan yang besar dan luas lensa yang digunakan mencapai
maksimum.
Kamera sederhana biasanya memiliki
panjang fokal yang tetap dan ukuran bukaan yang tetap, dengan f-number sekitar
f/11. Nilai f-number yang tinggi ini memungkinkan tercapainya kedalaman ruang
yang besar, yang berarti bahwa benda-benda yang berada pada suatu rentang jarak
yang cukup besar dari lensa membentuk citra yang tajam pada film. Dengan kata
lain, kameranya tidak perlu difokuskan.
Kamera digital pada dasarnya sama dengan
kamera yang telah dijelaskna di sini, kecuali bahwa cahayanya tidak menciptakan
citra pada film fotografi. Citra pada kamera digital dibentuk pada sebuah charge-coupled device (CCD), yang membuat
citra secara digital, mengubahnya menjadi kode biner. Informasi digital ini
kemudian disimpan pada sebuah keping memori untuk diputar ulang pada layar
kamera, atau dapat diunduh ke komputer dan dikirimkan ke teman atau kerabat
melalui internet.
Pemfokusan adalah peletakkan lensa pada posisi
yang benar relative terhadap film untuk mendapakan bayangan yang paling tajam.
Jarak bayangan minimum untuk benda di jarak tak hingga dan sama dengan panjang
focus. Untuk benda-benda yang lebih dekat, jarak bayangan lebih besar dari
panjang focus, sebagaimana bisa dilihat dari persamaan lensa, .jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar